Kini pagi sudah hadir menemani. Sinar mentari telah masuk ke dalam celah jendela kamarnya. Dia langsung menghapus air matanya dan tersenyum lagi. Dia tersadar bahwa ini hanya takdir Allah. Ini sudah satu minggu lebih Azalea kepergian putri kesayangannya. Dan kini dia sudah kembali tinggal di rumahnya--Jakarta. Azalea harus kembali bersemangat. Dia tersadar bahwa semua yang ada pada dirinya bukanlah miliknya, semua itu milik Allah dan Allah berkuasa untuk mengambilnya dari sisinya. Azalea langsung pergi ke kamar putra kesayangannya yaitu Arvino. Dia hendak membangunkan anaknya untuk bersekolah. Saat pintu kamar terbuka, Azalea terbelalak kaget. Arvino sudah memakai seragam sekolahnya. Dia mengernyit bingung. Siapa yang memakaikan seragam sekolahnya? "Bunda! Bunda sudah bangun?" ucap Arvin
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


