Bab 35 : Arvino Nazril Rashaad

928 Kata

Kini kurang lebih satu tahun sudah Aku menyandang nama Ny. Dimas. Ada kebanggaan tersendiri menyandang nama itu. Sekarang kami mempunyai rumah baru di Jakarta hasil usaha kerja keras Dimas untuk bisa membangun rumah itu.          Kepalaku pagi ini kembali berdenyut, perutku juga terasa mual-mual hingga tak berhenti muntah karena khawatir, Dimas membawaku ke rumah sakit terdekat. Belum sampai di rumah sakit, rasa sakit di kepalaku itu pun lenyap terbawa angin. Aku tidak ingin di perikasa. Hingga Dokter hanya memberikanku obat, yang terpenting bagiku adalah kesehatan janin yang ada di perutku, itu saja.  ***         Hari demi hari selalu berlalu dengan kesan yang ceria penuh dengan kegembiraan menanti buah hati yang menjadi dambaanku. Bulan pun terus berganti membiarkan benih cinta kami b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN