Seminggu berlalu dengan cepat hingga kini hari pernikahan itu tiba. Sejak kematian Arman. Azalea terus memantapkan hatinya untuk menerima pernikahan ini. Ditatapnya bayangan dirinya yang ada di depan cermin dengan balutan gaun kebaya berwarna putih. Dengan khimar putih menutupi dadanya dan make-up yang tidak terlalu tebal. Riyan dan Alessa pun menghampirinya. Riyan berdehem cukup keras, membuat Azalea menoleh ke arahnya dengan tatapan kesal. "Ciee ... udah gak jomblo lagi nih," goda Riyan. "Apaansi Kak," ucap Azalea kesal dan malu. "Blasson-nya kemerahan tuh, apa pipi nya yang memerah ya?" goda nya lagi. "Sudah Riyan jangan menggoda Azalea terus, temani saja istrimu." ujar Ibu. Azalea langsung menjulurkan lidahnya melihat Riyan dengan wajah frustasi karena tidak bisa menggod

