Acara makan malam itu berlangsung lancar seperti biasa. Kami saling berbincang dengan santai, tidak jarang juga saling canda satu sama lain. merasa sudah cukup dengan acara kebersamaan itu, aku akhirnya memutuskan untuk ijin undur diri dan masuk ke dalam kamar lebih dulu. Meninggalkan mereka semua. Aku ingin mengistirahatkan diri setelah melakukan pemeriksaan seharian ini bersama dengan professor Robert. Meski tubuhku tidak merasa sakit, tetap saja aku merasa jenuh. Kuraih headphone yang kini selalu melingkar di leherku. Sejak pendengaranku yang berubah semakin tajam, aku menjadi lebih sering memakainya untuk menutup kebisingan kota. Setiap hari dan setiap waktu benda itu akan bertengger di telingaku dengan nyaman, dan jarang kulepas jika itu bukan sesuatu yang penting. Aku melet

