Part 76 "Ah. "Kenzo mengaduh kesakitan karena merasa perih ketika mencoba mengobati luka diujung bibirnya dengan tangannya sendiri. Kenzo sudah berada di dalam kamar dan kini mencoba mengobati lukanya. Tubuhnya terasa begitu sakit akibat dari amukan kakak-kakaknya. Inilah yang ia takutkan ketika sudah kembali ke dalam rumah, apakah selamanya ia akan terus disiksa oleh mereka? Disaat Kenzo memikirkan hal itu, seseorang mengetuk pintu dari luar kamarnya. "Siapa? " " Ini mamamu, Vika. "Dari luar Vika membawa sebuah nampan berisikan makan malam, ia tau kalau Kenzo suka makan di dalam kamar dan Vika sengaja ingin membawakan sendiri karena biasanya yang membawa makanan Kenzo adalah bi Lasmi. " Kezia, nama nyokap gue! "sentak Kenzo. " Iya, Kenzo. Mama paham. " " Tante! Lo itu pantes

