"Lo kenapa sih, Gi? Dari tadi senyum-senyum mulu. Ayan lo?" tanya Pika yang mulutnya sudah sangat gatal bertanya demikian karena tidak tahan melihat Gila yang terus saja tersenyum. "Sembarangan lo kalau ngomong!" Gika memukul lengan Pika. "Habisnya lo gitu sih, kemarin aja galau-galau sekarang senyum-senyum sendiri." "Gue lagi senang tahu," ucap Gika kembali tersenyum. "Iya, gue tahu lo lagi senang. Tapi yang buat lo senang itu apa, Gika?" "Ada deh." Pika geregetan mendengarnya. "Ya apaan, jangan sok misterius gitu, Gika. Lo nyebelin ya lama-lama." "Slow dong, Bestie, jangan marah-marah mulu," ucap Gika lagi-lagi tersenyum membuat Pika menatap Gika dengan jengkel. "Tinggal cerita ap a susahnya sih, Gi?" "Iya, nanti gue cerita." "Kenapa nggak sekarang? Bikin penasaran aja t

