"Kamu ngelamar aku?" "Kamu udah mau ngelamar aku waktu itu. Tapi aku udah nolak dengan alasan mau fokus kerja dulu." Kepala Dinda menunduk. "Aku ngerasa jahat banget. Aku yang ngejar kamu, aku juga yang nolak. Aku mau minta maaf ke kamu." Ardan bergeleng. Ia mengangkat dagu perempuan itu. Membuat kedua netra mereka bertemu. "Aku nggak keberatan kok. Aku bakalan nunggu kamu buat siap. Kayak kamu yang nunggu aku sampai aku siap ngejalanin hubungan sama kamu. Kita sama." Lelaki itu mengambil tangan Dinda dan mengecupnya sekilas. "Aku mau jadi bagian dari hidup kamu." Kemudian ia menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya. "Makasih udah nembak aku duluan. Makasih udah lamar aku duluan. Tapi ... biar aku nanya lagi ke kamu." Ardan melepas pelukannya. Ia mengeluarkan sesuatu di kantong ce

