“Jangan memarahi paman ini, Nona. Dia adalah paman yang baik.” Nara hanya bisa berkedip dua kali mendengar penuturan anak itu. Ia lalu memijat pelipisnya dan berkata, "apa yang sudah kau katakan padanya?" tanyanya. "Hm? Apa maksudmu? Aku sama sekali tak melakukan apa-apa," ujar Moa. Ia lalu tersenyum dan mengusap puncak kepala anak itu. Anak itu pun segera berpamitan untuk pergi dari sana. "Aku peringatkan padamu agar kau jangan pernah berani mempengaruhi para penduduk dengan topeng kebaikanmu itu. Kau tahu sekalipun kau mengubah wujudmu jadi orang lain, aku akan masih bisa mengenalimu bahkan dari jauh." Nara membuang napas pelan dan pergi. Di belakangnya, Moa tersenyum tipis dan pria itu berjalan mengikuti Nara. "Kau selalu saja bersikap galak padaku, padahal aku sudah berusaha aga

