Chapter 39

1140 Kata

“Pantas saja aku merasakan hawa keberadaan yang begitu tidak menyenangkan, ternyata itu datang dari seorang kakek tua yang pembuat topeng.” Moa sengaja menekankan bagian akhir kalimatnya dengan salah satu sudut bibir yang naik. Ia menatapSeungmo dari atas hingga bawah, lalu menatap ke sekitarnya. “Kurasa kali ini kau datang sendirian ke sini, kenapa? Kau tidak meminta beberapa anak buahmu untuk datang menemanimu? Kupikir di antara manusia itu kau yang paling kuat, tapi ternyata dugaanku salah karena pada dasarnya kau adalah yang paling lemah.” Seungmo menghela napasnya berat. “Kali ini aku datang sendiri, benar-benar datang sendiri ke sini.” “Ya, aku tahu itu. Kau memang ke sini sendirian karena aku juga tidak merasakan adanya keberadaan manusia lain selain kau di sini. Jadi, Pak Tua, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN