"Bau manusia." Moa keluar dari tempat persembunyiannya begitu ia mencium bau manusia memasuki hutannya. Namun entah kenapa ia merasa ada bau tak asing yang sebelumnya pernah ia jumpai. "Tunggu, ini bau— Nara?" Kening Moa bertaut dan ia segera mempercepat laju kakinya. Ibu jarinya sudah bersiap menarik pedangnya keluar namun ia urungkan saat melihat beberapa orang manusia dan suara wanita di sana. "Apa yang kalian lakukan di kawasanku?" Moa bertanya dengan nada rendah, namun terdengar mengintimidasi. Orang-orang yang ada di sana seketika menoleh ke sumber suara. "Siapa kau? Berani sekali menatapku begitu." Salah satu di antara mereka berujar dengan angkuh. Dan di detik berikutnya mulutnya terbungkam dengan cepat setelah adanya darah yang keluar dari sana. Kuku-kuku tajam milik Moa su

