Begitu malam tiba, Nara secara diam-diam keluar dari kamarnya. Gadis itu berjalan keluar melewati pagar rumah setelah memastikan kalau tak ada satu pun orang di rumahnya yang melihat. "Aku harus segera kembali ke sana agar bisa mengetahui kelemahan Moa," batinnya seraya mempercepat langkah. Hari belum terlalu malam yang artinya perpustakaan yang ada di desanya itu masih buka. "Nona, Anda kembali?" Seorang penjaga tampak langsung menyapanya dengan begitu ramah. Nara mencoba menarik sudut bibirnya agar tak menimbulkan kecurigaan. "Hm, rasanya aku ingin membaca sesuatu di sini," ujarnya diiringi kikihan. Gadis itu lalu segera masuk ke dalam dan mendekati salah satu rak tempatnya menemukan buku itu. "Nara?" Merasa namanya dipanggil, Nara pun menolehkan kepalanya ke sumber suara dan i

