Flashback on 'Perasaan gue gak enak Mir, Sya.' Mereka bertiga hanya berdiam diam. Hingga akhirnya sebuah anak panah melesat kearah Mira. Mereka bertiga terlonjak kaget. Ale mengarahkan pandangannya menuju pohon dan mengambil sebuah batu kerilik sedang lalu meleparkannya. "I-itu s-siapa, Le?" Tanya Mira yang masih shock. Ale yang melihat itu mau tak mau harus memberitahu mereka berdua tentang rencana 'dia'. "Itu musuh yang ada hubungannya dengan Tania dan Fani." Mira yang mendengarkan itu mengeraskan rahangnya, baru saja ingin berlari ke kelas Tania dan Fani namun Ale mencekal tangannya. "Lo mau jambak Fani sama Tania? terus lo masuk ruang BK atau panggil orang tua dan lo di tampar sama bokap lo? itu yang lo mau?!" Mira menggeleng lemah. "Yaudah sini dulu." Tisya dan Mira pun ik

