"Sayang bangun yuk!"suara Nino mengusik tidurku. "Ngantuk Yang,bentar lagi"tolakku. Nino lalu mengusap pipiku pelan. "Kita mau jam berapa ke Bandung?"tanyanya. Aku membuka mataku. "Emang kita ke Bandung hari ini?"tanyaku. "Ya kan semalam kamu udah terima lamaran aku,mau aku ulangin lagi lamarannya?"goda Nino. Aku tersenyum. "Boleh kalo kamu mau"jawabku kembali memejamkan mata. Nino menarik selimutku. "Dalam bisnis kesepakatan awal itu yang di pake.Jadi kamu ga bisa berubah pikiran"kata Nino. Aku beringsut bangun terduduk. "Di otakmu cuma bisnis ya sekarang?,sampe lamaran aja di samain sama bisnis"keluhku. Nino tertawa. "Cuma perumpamaan hunn,kalo aku ngelamar kamu lagi,kemungkinan kamu nolak bisa aja kan?"jawab Nino. "Oya...?...kenapa ga di coba dulu!"tantangku. Nino tertaw

