Ternyata tinggal di rumah mertuaku tidak seburuk bayanganku.Mama Nino tidak cerewet.Dia bahkan sesekali melanggar pesan Nino.Kami bisa ngobrol seru sampai hampir tengah malam,mengizinkan aku,saat aku mengeluh bosan minum s**u hamil,juga mengajariku menyulam.Asyik deh pokoknya.Kalo aku berangkat kerja sarapan buatan mama mertuaku rasanya juara,belum lagi makan malam.Aku sampai di ledek papa mertuaku. "Kamu makan apa doyan Non?"ledek papa mertuaku saat aku menyendok sup ayam untuk yang ke 3 kalinya. "Dua duanya pah,dedenya lapar trus"jawabku sambil cengar cengir. Beliau tertawa pelan. "Biarin pah,waktu masih sekolah dulu malah meringis trus kalo ikut makan di rumah kita"bela mama mertuaku Aku hanya bisa tersenyum.Dan benar dugaan Nino,mama mertuaku milih tidur sekamar sama aku di bandin

