173. Welcome home

2442 Kata

Setelah tambahan seminggu bertahan di rumah sakit, akhirnya aku di izinkan pulang ke rumah. Bukan semata mata izin dari tim dokter saja, tapi izin suamiku. Taukan gimana ribetnya suamiku kalo soal kondisi kesehatanku. “Sudah siap Non?” tegurnya karena aku masih duduk di tepi ranjang tempat tidurku. Rasanya aku akan rindu ruangan tempat aku di rawat, saksi hidup bagaimana perjuangan suamiku untuk menyemangatiku agar aku cepat sembuh. “Kok malah bengong, ayo Yang, si kembar udah cerewet minta kamu cepat pulang” ajaknya sambil memperbaiki letak switer yang aku pakai. “Okey, ayo!” ajakku melompat turun dari tepi ranjang. Suamiku menghela nafas pelan lalu membantuku duduk di kursi roda. Bukan aku tidak bisa jalan, hanya upayanya supaya aku gak cape. “Kapan kamu buat aku benar benar tenang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN