144.Hilang Kepercayaan

2488 Kata

"Aku pokoknya mau ikut acara nuju bulan,kalo kamu ga mau anter,aku jalan sendiri"keluhku di pantry ketika suamiku pulang jogging. Dia diam sambil minum. "Sayang!,dengar aku ngomong ga?"jeritku kesal. Dia menghela nafas lalu melompat turun dari meja pantry menuju kamar.Aku menyusulnya. "Kalo kamu ga ngomong ngomong,aku pergi dari sini!"ancamku. Nino tertawa pelan. "Ngambek!"ledeknya mendekat ke arahku yang berdiri di tengah ruang kamar tidur kami. "Bodo!"jeritku jutek lalu melengos menghindari tatapan jahilnya. "Aku pertimbangin kalo kamu menurut selama beberapa hari ini sampai tiba waktu acara"katanya dan membuat senyumku terbit. "Jangan bohong ya!"pintaku. "Yap...asal nurut!"ulangnya. "Deal!"cetusku. Dan aku menyesali keputusanku,karena setelah perjanjian itu Nino semakin menj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN