Samudera, Bumi dan Guntur sudah sampai ke markas lebih dulu. Tak beberapa lama kemudian Langit dan Bintang pun sampai. Samudera masih terlihat kesal. Sedangkan Langit juga masih memikirkan ancaman Papahnya. Jadi mereka pun hanya duduk duduk dan diam membisu. Tak ada obrolan bahkan candaan.
" Hadeh males banget deh gue. Kalo di markas cuma diem dieman. " kata Bumi
" Iyaa Langit. Kamu kenapa si sayang? Ko dari tadi diem aja. Di jalan juga diem aja. Sejak kamu keluar dari ruangan Papah kamu, kamu jadi diem. " tanya Bintang yg sedari tadi merasa ada yg aneh dg Langit
" Eh ngga papa ko sayang. Cuma lagi cape aja, hehehehe. " jawab Langit bohong
" Yakin? Ngga ada yg kamu sembunyiin dari aku kan? " tanya Bintang curiga
" Eeemmmm ngga ada ko sayang. " Langit berbohong lagi dan tersenyum
" Tuh yg satu manyun mulu dari tadi. Baru juga segitu udah down. " ledek Guntur pada Samudera
" Tau ah BT gue. Gue pulang aja ah males disini. " kata Samudera yg beranjak dari tempat duduknya
Tapi kemudian Samudera berhenti beranjak saat melihat Senja memasuki ruangan markas bersama Awan. Teman temannya menyadari hal itu pun langsung membully Sam
" Katanya mau pulang ko ngga jadi? " ledek Bumi
" Iyaa ko malah duduk lagi si? " sambung Guntur
" Assalamualaikum. " sapa Senja
" Waalaikumsallam. " jawab anak anak SCM
" Ooohhh jadi karena ini Loe ga jadi pulang Sam? " ledek Bumi lagi. Sam tak menghiraukan ucapan Bumi
" Senja? Ngapain kamu ke sini? " tanya Samudera sambil menghampiri Senja
" Suka suka dia lah. Orang gue yg bawa dia kesini. " jawab Awan
" Gue ngga ngomong sama Loe. " kata Samudera ketus
" Dih? Marah Loe sama gue? " tanya Awan
" Menurut Loe? " Samudera balik bertanya
" Yaaelah kan Loe tau gue sepupu Senja. Ngapain juga Loe marah sama gue hah. " jawab Awan sambil duduk
" Iyaa Loe bukannya dukung dan bantuin gue. Malah bawa pergi Senja gitu aja. " kata Samudera kesal
" Yaa ampun emang masih jaman apa rebutan di depan umum gitu. Ngga banget si Loe. " jawab Awan santai. Samudera terdiam mendengar jawaban Awan
" Sini Senja. Kenalin ini Senja sepupu gue. Senja ini temen temen geng motor gue. Itu Bumi, Guntur, yg ini ngga perlu gue kenalin Loe udah tau kan dia Samudera. Yg ini Langit dan ini pacarnya Langit, Bintang. " kata Awan memperkenalkan teman temannya. Senja mengangguk dan tersenyum sopan. Teman teman Awan pun membalasnya kecuali Langit
" Jadi Langit sudah Berbintang? " tanya Senja dalam hati
Seolah merasa sedikit kecewa karena tau Langit sudah memiliki kekasih. Senja pun terdiam. Kemudian ia duduk setelah di persilahkan Awan untuk duduk. Disitu mereka saling bertukar cerita dan bercanda. Senja yg baru pertama kali ke markas SCM pun mudah akrab dg mereka. Termasuk dg Bintang. Karena sesama cewe mereka pun lebih nyambung dan saling ngobrol masalah cewe. Yaa kecuali Langit. Langit masih overthingking dg ancaman Papahnya. Langit sama sekali tak menghiraukan Senja.
Langit hanya sesekali terlibat obrolan dg anak anak SCM dan Bintang. Langit dan Senja sama sekali tak terlibat percakapan. Tapi Senja selalu memperhatikan Langit. Dan Senja merasa ada yg sedang mengganggu pikiran Langit. Hanya saja Senja tak bisa menanyakan langsung padanya. Lagi lagi merasa di perhatikan, Langit pun menatap Senja. Pandangan mereka beradu beberapa saat. Kemudian Langit memalingkan wajahnya dan Senja pun menundukkan pandangannya.
Cukup lama Senja, Bintang dan anak anak SCM ada di markas. Kemudian Senja meminta Awan mengantarkannya pulang karena hari sudah semakin sore.
" Kak Awan pulang yuuukkk udah sore. Senja masih banyak tugas buat besok. " kata Senja sambil menarik tangan Awan
" Yaa ampun Senja baru jam segini. Bentar lagi yaa, yg lain kan belum pada pulang. " kata Awan menahan Senja
" Balik sama gue aja yuuukkk, Senja? " tawar Samudera
" Ngga bisa. Senja Dateng sama gue yaa balik sama gue. Yg ada nanti gue yg di omelin ortunya dia. " kata Awan
" Lah tadi Loe bilang ga mau nganterin Senja pulang. " jawab Samudera
" Bukan ngga mau, tp nanti. " kata Awan membela diri
" Iiissshhh kalian berdua tuh apaan si. Ribut Mulu. Sayang kita pulang yuuukkk, aku cape ngadepin mereka. " kata Langit yg beranjak dari tempat duduknya sambil sedikit melirik Senja
" Dih orang situ yg dari tadi diem mulu, bilangnya cape ngadepin kita. " kata Samudera mengejek
" Yaa udah yuuukkk Senja kita pulang juga. Sebelum kamu dibawa kabur Samudera. " ajak Awan yg kemudian keluar di ikuti Senja
Begitu juga dg Langit dan Bintang yg keluar markas setelah Senja. Dan akhirnya anak anak yg lain pun ikut pulang. Saat Langit memakaikan helm pada Bintang dan saat Bintang memeluk Langit dari belakang. Senja tak pernah lepas memperhatikan. Ntah kenapa Senja jadi sering memperhatikan Langit setelah kejadian tadi pagi.
Apa mungkin Senja suka Langit? Yaa wajar si jika Senja suka Langit. Karena tak ada yg bisa menolak pesonanya. Saat Langit tak sengaja melihat ke belakang, Langit mendapati Senja memperhatikan dirinya lagi. Karena ketauan memperhatikan, Senja pun menundukkan pandangannya. Awan ternyata memperhatikan kejadian itu dari kaca spion.
" Senja, kamu serius ngga mau pulang bareng aku? " tanya Samudera yg mensejajari motor Awan
" Makasih Sam. Aku bareng kak Awan aja. " jawab Senja sambil tersenyum
" Tega Loe Wan. " kata Samudera menunjuk Awan
" Paan si Loe. " jawab Awan
" Gue balik dulu. " pamit Langit pada teman temannya kemudian menyalakan motornya dan berlalu melewati Senja
" Bye Senja duluan yaa. " kata Bintang sambil melambaikan tangan pada Senja
" Bye. Hati hati yaa. " jawab Senja yg membalas lambaian tangannya dan tersenyum manis. Tak sengaja Langit melihat senyum Senja tp hanya beberapa saat
Setelah Langit dan Bintang pergi. Awan dan Senja pun ikut pergi. Meninggalkan Samudera, Bumi dan Guntur.
" Gue juga balik duluan yaa. Bye bye Sam. " ejek Awan sambil mengegaskan motornya dg kencang di samping Samudera
" Sialan Loe Wan. Awas aja yaa. " kata Samudera kesal
" Assalamualaikum. " salam Senja pada semuanya
" Waalaikumsallam Senja. " jawab Samudera sambil tersenyum manis
" Waalaikumsallam. " jawab Bumi dan Guntur
" Yuuukkk balik Tur. " ajak Bumi pada Guntur
" Ayoo bro. Eh Sam Loe mau disini nungguin markas? Ayoo balik bengong Mulu. " kata Guntur menyindir Samudera
" Lagi kesambet kecemburuan tuh. Hahahaha. " ledek Bumi yg kemudian melajukan motornya dg kencang meninggalkan Samudera. Disusul Guntur di belakangnya
" Awas yaa Loe semua. " jawab Samudera yg juga pulang meninggalkan markas
(di depan rumah Bintang)
Langit dan Bintang sampai di depan rumah Bintang. Lalu Bintang turun dan melepaskan helmnya.
" Makasih yaa Langit. Ooohhh iyaa kamu beneran ngga papa kan? Aku perhatiin dari tadi kamu banyak diem. " tanya Bintang sambil menyerahkan helm pada Langit
" Ngga papa ko sayang. Aku cuma cape aja. " jawab Langit sambil tersenyum kecil
" Bener? Papah kamu ngga ada bilang apa apa gitu? " tanya Bintang yg mencoba mencari tau
" Ngga ada ko sayang. " jawab Langit singkat
" Bener yaa kamu ngga bohong? Ngga ada yg kamu sembunyiin dari aku kan? " tanya Bintang penasaran
" Ngga ada sayang. Percaya deh sama aku. Gih kamu masuk. " jawab Langit
" Iyaa udah aku masuk yaa. Kamu jangan lupa istirahat yaa Langit. " kata Bintang perhatian
" Iyaa sayang. Kamu juga yaa. " jawab Langit sambil tersenyum. Kemudian Bintang melambaikan tangan dan masuk ke dalam rumah. Langit pun membalas lambaian tangannya sambil tersenyum. Kemudian pergi meninggalkan rumah Bintang
(di rumah Senja)
" Makasih yaa kak. Kak mau masuk ngga? " kata Senja
" Sama sama. Ngga usah deh, besok besok aja. Salam buat Om dan Tante yaa. " jawab Awan dg setengah berpikir
" Oke waalaikumsallam. Aku masuk yaa kak. " jawab Senja dan membalikkan badan berniat melangkah masuk rumah
" Eh Senja tunggu. " Awan menahan langkah Senja. Senja pun berhenti melangkah dan kembali menghadap Awan
" Iyaa kenapa Kak? " tanya Senja polos
" Eeemmmm, kamu suka sama Langit yaa? " tanya Awan to the point
" E... kok kak Awan tanya gitu si? " Bukannya menjawab pertanyaan Awan. Senja malah balik bertanya. Karena Senja merasa aneh dg pertanyaan Awan. Senja merasa Awan tau isi hatinya.
" Ngga papa nanya aja. Dari tadi kakak sempet liat kamu ngeliatin Langit Mulu. " jawab Awan jujur
" Afah iyaah? Eeemmmm ngga kak. Ngga mungkin lah Senja suka sama Langit. " jawab Senja sambil menopang dagu
" Iyaa kakak harap si begitu. Karena percuma aja kalo kamu suka sama Langit. Langit itu udah punya Bintang. Kamu tau sendiri kan gimana mereka berdua? Mereka itu couple goals yg ngga bisa terpisahkan. Jadi kakak ngga mau adik sepupu kakak ini menaruh harapan lebih yg berujung sakit hati. " Awan menasehati Senja
" Iyaa kak. Senja tau kok. " jawab Senja tertunduk lesu
" Iyaa udah kakak pulang dulu. Assalamualaikum. " pamit Awan
" Waalaikumsallam. Hati hati kak. " jawab Senja
Setelah Awan pergi. Senja memasuki rumah dg hati sedih dan kecewa. Karena baru kali ini Senja menyukai seseorang. Tapi sepertinya rasa suka itu harus ia kubur dalam dalam. Karena perasaan itu tak mungkin terbalaskan. Orang yg sukai sudah memiliki kekasih.
" Jadi gini rasanya jatuh cinta sekaligus patah hati? Lagian kenapa si kamu suka sama orang yg udah punya pacar, Senja? Kenapa kamu ngga bisa suka sama cowo cowo yg ngedeketin kamu selama ini? Kamu itu ngga mungkin menggapai Langit. Apalagi Langit Berbintang. " ucap Senja dalam hati sambil melangkah perlahan