Cidera Nathan tidak terlalu parah. Hanya memerlukan waktu beberapa minggu untuk proses penyembuhan. Untuk sementara, Nathan perlu menggunakan kursi roda atau tongkat penopang. "Kamu mau minum, Nath?" Nathan menoleh pada wanita paruh baya yang melahirkannya. Menggeleng, lelaki itu kembali mengarahkan tatapannya pada pintu di depannya. Hal tersebut tak luput dari perhatian Naina. "Kakinya tambah sakit?" tanya Jihan khawatir. Nathan menyentuh punggung tangan mamanya dan memaksakan senyum. "Nathan gak papa, Ma. Lebih baik Mama sama Naina pulang, kalian dari kemarin belum istirahat," ucapnya kemudian mengalihkan tatapan pada sahabatnya. "Nai, kamu bawa Mama pulang ya?" Gadis itu hendak menolak, tapi melihat keadaan Jihan, ia menyetujui permintaan sahabatnya. Tinggalah Nathan seorang diri.

