Chapter Thirty Eight

1759 Kata

     Malam semakin larut, namun kelopak mataku tak kunjung terpejam. Bayangan mengenai kejadian tadi sore, masih terlihat jelas dalam benakku. Wajah anggun Mama, pelukan hangatnya, tutur katanya, bahkan butiran-butiran air yang keluar dari pelupuk matanya ketika aku berlaku kasar padanya.   Di satu sisi, rasa benci itu begitu kuat melekat dalam jiwaku. Namun di sisi lain, aku juga memiliki rasa sayang yang sama kuatnya akan sosok wanita itu. Di satu sisi, aku melihat wanita itu sebagai sosok Stephanie Adams—dancer profesional, dengan dunianya yang penuh kejayaan. Namun di sisi yang lain, aku juga melihat wanita itu sebagai sosok ibuku—wanita biasa, yang bersedia melakukan apa pun untuk putrinya.   Namun tak ada hal lain yang dapat kulakukan untuk saat ini. Selain meringkuk dalam selimut,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN