Part 21

765 Kata

      Dara melangkah dikoriodor dengan tenang, seperti biasa eartphone yang menyumpal telinganya dan kunyahan perment karet dimulutnya. Ia menghembuskan nafasnya mencoba tidak peduli dengan tatapan orang orang dan desas desus yang sudah mulai beredar dikampus. "Lihat, dia benar benar menjijikkan." "Seharusnya Kezia sudah menendangnya sejak dulu." "Wajah ternyata bisa menipu, nyalinya terlalu besar untuk merebut Veron dari Kezia yang jelas jelas akan  bertunangan." "Dia terlalu percaya diri." Dan masih banyak lagi cibiran serta makian yang dihujamkan padanya dan ia sama sekali tidak peduli, pada dasarnya mereka tidak tahu apa apa dan hanya tahu mengomentarinya. Ini dirinya. Ini hidupnya. Jadi janga menilai seorang Regadara Anderson seenakknya. "Brengsek." Umpat Dara menghentikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN