Dara melangkah dikoriodor dengan tenang, seperti biasa eartphone yang menyumpal telinganya dan kunyahan perment karet dimulutnya. Ia menghembuskan nafasnya mencoba tidak peduli dengan tatapan orang orang dan desas desus yang sudah mulai beredar dikampus. "Lihat, dia benar benar menjijikkan." "Seharusnya Kezia sudah menendangnya sejak dulu." "Wajah ternyata bisa menipu, nyalinya terlalu besar untuk merebut Veron dari Kezia yang jelas jelas akan bertunangan." "Dia terlalu percaya diri." Dan masih banyak lagi cibiran serta makian yang dihujamkan padanya dan ia sama sekali tidak peduli, pada dasarnya mereka tidak tahu apa apa dan hanya tahu mengomentarinya. Ini dirinya. Ini hidupnya. Jadi janga menilai seorang Regadara Anderson seenakknya. "Brengsek." Umpat Dara menghentikan

