Dara menggeliat tidak nyaman dalam tidurnya, keringat bercucuran dikeningnya. Nafasnya memburu, bibirnya bergerak meracau tidak jelas. Mimpi itu datang lagi. Dara makin menggeliat tidak nyaman, tubuhnya bergetar. Bahkan butiran butiran Kristal itu tampak berjatuhan makin deras dari sudut matanya yang masih terpejam dengan sempurna. Dava menatap Dara dengan miris. Kapan penderitaan kakaknya berakhir? "Dara." "Dara." Dava perlahan membangunkan Dara mengulurkan tangannya menghapus keringat dan jejak jejak air mata yang membasahi pipinya. "Dara, bangun." Dava mendesah gusar, berusaha membangunkan kakaknya yang makin meracau tidak jelas. "Dara." Kedua mata keemasan itu terbuka, terduduk dan mengulurkan lengan mungilnya memeluk Dava begitu erat hingga ia bisa merasakan debaran

