Dara melangkah memasuki Coffe Shop tempat Dava bekerja, bukan. Ia bukan mencari Dava. Melainkan ingin mengisi waktu luangnya dengan segelas kopi. Setelah mendapatkan yang diinginkannya, Dara memilih duduk disudut Coffe Shop tepat disamping jendela Kaca. “Dara..” Dara menoleh dan mendapati Kenan berdiri disana dengan segelas kopi ditangannya. “Bisa kita bicara?” Dara menghela nafasnya sejenak dan mengangguk pelan membiarkan pria itu duduk tepat dihadapannya. “Bicaralah.” Pinta Dara kembali menikmati kesibukan para penduduk kota yang lalu lalang didepan Coffe Shop. “Maafkan sikap Kezia.” “Dimaafkan.” Sahut Dara tampa merubah sikap tenangnya, Kenan menghela nafasnya. “Apa kau akan melibatkan Kezia?" Pertanyaan Kenan membuat Dara beralih menatap pria dihadapannya. “Dia ya

