Tidak pernah sekali pun dipikirkan oleh Demas jika Arumi akan bertindak senekat ini. Baru saja dirinya merasa bahagia saat melihat mobil Devara mendekat dari ujung jalan kompleks. Ia tengah bersiap untuk memberikan sebuket bunga mawar yang telah dibelinya bahkan sebelum dirinya menuju ke kampus. Angannya pupus seketika, saat suara ketukan terdengar dari luar kaca mobilnya. Kedua polisi tampak menatapnya curiga. Sejenak kepala Demas seolah berputar, ia sedang bingung mencerna keadaan sekitarnya. Ada apa ini? Mengapa ada beberapa mobil polisi, terlihat juga Arumi menangis di ujung sana. Apa yang sebenarnya terjadi, lalu mengapa dirinya yang ditanya-tanyai oleh kedua polisi ini. Kupingnya Demas terasa berdenging saat ini. Semua seolah sangat gamang, hingga tarikan seorang polisi menyadarkan

