BAB 49. Satu Kelompok Tugas dengan Bunga

1077 Kata

Percakapan antara Arumi dan Citra siang hari itu berlangsung cukup lama. Tampaknya, saat ini bukan Devara yang bisa diajak Arumi untuk bertukar pendapat. Melainkan, Citra. Wanita yang meliharkannya. “Ma, bisa nggak ceritain kisah masa muda Mama dulu? Gimana, Mama ketemu sama Papa, lalu siapa sahabat Mama? Selama ini yang Rumi tau, juga teman Mama cuman Tante Vina.” “Bisa dong, Rumi tau kan? Kalau keluarga kita ini adalah keluarga yang sederhana?” Cerita yang akan disampaikan oleh Citra itu, dimulainya dengan sebuah pertanyaan. “Iya, sampai sekarang juga kita masih keluarga yang sederhana, Ma,” kekeh Arumi lalu merubah posisi duduknya agar lebih nyaman dan bersiap untuk mendengarkan lanjutan cerita dari Citra. “Dulu, Mama dan Papa hanya buruh pabrik, Nak. Kami bekerja siang dan malam. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN