hujan

350 Kata
Bab 12 setelah acara pernikahan selesai,semua tamu-tamu berpamitan pulang. Maleeq dan seluruh keluarganya juga sudah pulang,yang hanya tinggal cuma Danish,kerana maleeq memintanya untuk meluangkan waktu bersama keluarga barunya. jam dinding sudah menunjukkan jam dua belas malam, angin mulai bertiup kencang, membuat tirai putih berkibar lembut tertiup angin dari bingkai jendela, hujan deras yang mulai turun terdengar bising di atas bumbung rumah mereka, Danish yang berada dalam kamar hanya duduk bersila dan bersandar pada dinding, kerana kamar itu tidak memiliki ranjang tidur, hanya ada tikar yang di perbuat dari daun Nipah, ia hanya melihat istrinya yang dari tadi tidak berbicara padanya. Alessa hendak memulai bicara,melihat suaminya yang menatap kearahnya. "Tuan silakan tidur" "Walaupun hanya beralas tikar, ini cukup nyaman untuk tidur." Ucapnya lagi Danish yang melihat kearah tikar yang hanya setipis bawang lalu melihat Alessa dengan datar. "Kamu bercanda? Kamu fikir aku bisa tidur di tempat hanya beralas tikar setipis bawang?" Ujarnya. "Kalau saja bukan warisan itu dan juga syarat Yang ayah berikan sudah lama Aku pulang ke kota dan bisa tidur di ranjang yang nyaman dan mewah", batin Danish. Keluarga Alessa, bukan tidak mampu membeli ranjang yang nyaman,cuma mereka sudah terbiasa tidur di atas lantai kayu Yang beralas tikar di perbuat dari daun nipah, itu sudah cukup nyaman buat mereka ,dengan Suasana desa yang sejuk semula jadi ketika malam, Tapi sayangnya ia masih di Desa untuk melanjutkan Malam pertama mereka.walaupun ia tahu ia tiada akan menyentuh gadis itu. Danish yang terlahir dari keluarga kaya,wajar terlihat tidak nyaman di rumah Desa. Ya bagaimana lagi ia harus tidur, agar terlihat baik-baik Saja. Danish beranjak menuju tempat tidur yang di sediakan istrinya. Alessa yang beranjak ingin pergi,di tahan oleh satu tangan Danish, Danish memegang tangannya. "Kamu mau kemana?" Tanya Danish, "Mau kekamar Annasya, biar tuan bisa tidur dengan aman" Ucapnya . "Kamu di sini saja,nanti orang tuamu fikir kita tidak akur dengan pernikahan ini," ucap Danish. "Ya memang benar,kita tidak akur"batin Alessa Lalu Danish menarik tangan Alessa,membuat gadis itu terduduk di atas pangkuannya, wajah cantik Alessa tepat berada di depan wajahnya. Niat yang tidak ingin menyentuh gadis itu lenyap di telan bumi. ******
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN