Tujuh Puluh

1462 Kata

%%% Pantas saja perasaan Nasya sejak pagi tadi tidak enak. Benar kan, ujian yang akan diberikan Tari padanya pasti aneh-aneh. Seperti sekarang misalnya. Nasya masih disibukkan dengan pakaian-pakaian Bara yang dikeluarkan dari lemari dengan alasan lama tidak dipakai dan sudah berbau apek. Padahal, Nasya masih dapat mencium aroma mint khas kekasihnya di baju-baju itu. Nggak mungkin kan, wangi seenak ini yang Tari bilang apek? Apalagi, Nasya juga sempat melihat kamper yang menggantung di lemari Bara, termasuk kamper yang cukup mahal. "Cuciannya sudah kamu angkat?" tanya Tari sembari menghampiri Nasya. "Sebagian sudah, Tante. Lainnya belum kering," jawab Nasya seadanya. "Bagus. Sekarang coba kamu setrika dan kamu lipat yang rapi. Untuk beberapa pakaian yang kelihatannya mahal, digantung s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN