"Ingat baik-baik peringatanku, jika kau tidak ingin menyesal." Jantung Ariel serasa ingin meledak. Ternyata pesan yang tadi pagi ia terima bukan hanya mimpi, tapi memang nyata adanya. Lalu, apa yang harus ia lakukan sekarang? Menyerah dan melepaskan Hazel atau maju dan mempertahankan hubungan percintaannya dengan Hazel. Ariel menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya sambil menengadahkan kepalanya. Ia memejamkan matanya sekedar untuk menghilangkan kecemasannya. Berharap ia akan menemukan solusi yang terbaik dari yang terbaik. Tiba-tiba, Ariel mendengar suara pintu terbuka. Ia melihat Hazel masuk dengan membawa segelas air putih. "Minum obat dulu," kata Hazel tersenyum berjalan mendekat. Kemudian, "Buka mulutmu." Hazel menyodorkan obat dan membantu Ariel meneguk air di gelas. "Terima kas

