Bab 34. Perjanjian

1280 Kata

Tubuhnya terasa sangat berat seperti ada beban besar yang menekannya hingga dia kesulitan bernapas, ada rasa panas disertai sensasi gelitik yang akhirnya membuat Winnie membuka mata. Seketika napasnya tercekat saat mengetahui ada kepala tepat di bawah matanya di mana pemiliknya sedang asik menggunakan bibirnya saat ini. Bibir itu dengan semangat melahap dan menggiling puncak bukit yang sudah memerah serta melakukan hisapan dan gigitan pelan. Winnie reflek merintih karena sensasinya. Namun, sedetik kemudian dia seolah tersadar dan langsung mendorong kepala Justine agar menjauh. Bukankah pintu kamar dia kunci? Kenapa Justine tetap bisa masuk? "Kamu akhirnya bangun!" Justine malah tersenyum lebar saat melihat istrinya akhirnya bangun setelah hampir lima menit dia gerayangi. "Apa yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN