Winnie lelah, sungguh lelah. Sejak kemarin dia merawat sendiri bayi itu tanpa ada yang menggantikan. Dia mengantuk akibat kurang tidur, kepalanya juga pusing karena bayi yang terus rewel, tapi dia tetap tidak bisa menghubungi Ze maupun Shu-Shu. Winnie sudah menangis semalaman karena panik, berharap apa yang terjadi hanyalah mimpi. Sayangnya begitu mendengar suara tangisan bayi yang sangat keras Winnie terbangun dari kenyataan dan sadar bahwa sepertinya dia telah menjadi kambing hitam, di mana teman yang dia percaya kabur dan meninggalkan bayinya di kontrakan bersamanya. Winnie dengan langkah gontai menghampiri bayi itu lagi. Bayi yang kemarin dia pikir sangat tampan dan menggemaskan. Namun, sejak semalam bertingkah seperti monster yang terus menangis hingga seperti akan meruntuhkan ata

