EPISODE 17 - PASRAH

1080 Kata

Gia termenung di atas tempat tidurnya, di luar masih terdengar tangisan Ibunya yang mencoba ikhlas dengan apa yang terjadi. Rahmi masuk ke dalam kamar Gia sambil membawa bubur di atas baki, ia mendekati tempat tidur. "Neng, makan dulu ya. Jangan diam terus seperti ini, nanti Neng Gia sakit," bujuk Rahmi. Gia menatap ke arah Rahmi dengan kedua matanya yang berkaca-kaca. "Bu...," bisik Gia. Rahmi pun meraih Gia ke dalam pelukannya. "Menangis saja Neng, tumpahkan semuanya sama Ibu. Jangan ragu-ragu, bilang semuanya sama Ibu. Jangan dipendam sendirian," ujar Rahmi sambil mendekap tubuh Gia. "Kenapa begini Bu? Apa salahku? Kenapa mereka begitu tega memfitnahku seperti ini? Kenapa?" tanya Gia di tengah isak tangisnya. "Sabar ya Neng, pasti akan ada jalan keluarnya. Neng Gia pasti akan men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN