Fira Andriani menyelesaikan tugas-tugas yang menumpuk. Akhirnya ia pulang sesuai jam kantor.
Dia lebih dulu ke parkiran dan memasuki mobil. Menunggu sang suami datang agar diantarkan oleh Beni ke rumah mereka.
Tapi ternyata, Sekretaris Batista yang datang menghampiri Fira dan Beni. "Pak Beni antarkan bu Fira saja. Pak Batista soalnya masih ada meeting," kata Bagas.
"Loh kok Batista nggak bilang-bilang pada saya," tanya Fira.
"Beliau sedang sibuk bu. Jadi saya menyapaikannya," ucap Bagas.
Kemudian Bagas memasuki ruang rapat dan berada disisi Batista. Saat itu Batista mendengarkan penjelasan rapat. Rapat hari ini bertemunya para pemimpin perusahaan untuk pembicaraan lanjutan kerjasama.
Termasuk untuk membahas investor yang akan menjadi mitra PT Andara Grup. Batista rapat hingga larut malam. Bahkan dia tak menghubungi Fira yang berada di rumah ditemani oleh pra asisten rumah tangga mereka.
Fira kebingungan dan kesepian. Bisanya dia sibuk dengan berbagai kejutan yang diberikan oleh Batista. Namun karena suaminya sibuk sekali hari ini, dia hanya berdiam diri dirumah.
"Apakah nyonya tidak lapar? makanannya sudah dingin," ujar kepala asisten, Nanik.
Nanik bersama pelayan lainnya sudah mempersiapkan makanan dimeja makan sejak pukul 19.00WIB tadi. Tapi Fira bersikukuh ingin makan bersama suaminya itu.
Dia menunggu hingga larut malam. Padahal Bagas sudah berpesan bahwa bosnya akan meeting hingga larut malam.
Kesibukan itu membuat Fira bosan. "Kalau begini kerjanya Batista, bagaimana jika aku resign. Pasti akan bosan seharian," batinnya.
Fira mengambil telepon seluler miliknya. Menghubungi Batista, namun hp tersebut mati. Hingga akhirnya Fira ketiduran di sofa tanpa makan makanan hidangan para pelayannya.
Memasuki pukul 01.00 dini hari, akhirnya rapat panjang Batista kelar. Dia khawatir Fira akan menunggunya. Sebab ponselnya memang sengaja dimatikan demi ketenangan rapat tersebut.
Sebelum menikah Batista memang workaholic. Dia bahkan sering mengabaikan kegiatan lain walau hanya sekedar untuk refreshing. Dia sangat sibu dengan kegiatan pekerjaan. Mengutamakan pekerjaan adalah keahlian Batista.
Tak heran jika perusahaannya melaju pesat. Bahkan ia akan membuat anak perusahaan baru dibidang olahan makanan.
Namun ia masih memikirkan konsep untuk perusahaan tersebut. Dan masih fokus pengembangan PT Andara Grup mulai menambah investor, mitra antar perusahaan.
Belum lagi untuk konsep baru pengembangan fashion terkini. Agar mengikuti trend masa kini, Batista harus putar otak bagaimana caranya bisa bersaing dengan perusahaan fasion saat ini.
Semakin hari perusahaan dibidang fashion semakin bertambah. Sehingga dia tak ingin kehilangan kepercayaan dari masyarakat terutama pecinta fashion yang up to date.
Batista dijemput oleh Beni. Supir pribadinya itu memang harus selalu siap kapanpun dipanggil. Oleh karena itu Batista memberikan kepercayaan untuk tinggal di rumahnya agar tak kesulitan jika mau pergi kemanapun.
Meski terkadang Batista suka menyetir sendiri untuk kepergiannya secara pribadi atau berkumpul dengan temannya seperti saat pertama bertemu dengan istrinya.
Setibanya Batista di rumah, ia melihat istrinya tengah tidur pulas di ruang tamu. Dia menggendong secara perlahan agar Fira tak terbangun dan menyadari kehadirannya.
Batista menidurkan Fira secara perlahan di kasur empuk milik mereka. Lalu meninggalkan istrinya sejenak dan bergantu pakaian.
Tam lama Fira terbangun dan mendapati tubuhnya telah berpindah tempat. Ia bergegas mencari suami tampannya itu. Ternyata berada diruang ganti baju.
Secara perlahan Fira berjalan agar tak terdengar oleh Batista. Diintipnya batista yang sedang bertelanjang d**a dan hendak memakaikan bajunya.
Belum juga selesai mengenakan pakaian tidurnya, Fira memeluk suaminya itu dari belakang. Batista tersenyum tipis melihat tingkah istrinya.
"Kau bukannya tidur malah kesini," ucap Batista.
"Aku kangen. Kau terlalu sibuk hari ini sampai melupakanku," kesalnya.
"Ya begitulah pekerjaanku. Memang hari ini rapatnya terlalu panjang dan lama. Banyak yang harus dibahas," jelas Batista.
Sambil memeluk suaminya, Fira mengecup bibir lembut milik Batista. Diletakkan tangannya dikedua d**a milik suaminya itu. Terasa otot kekar ditangan Fira.
Meski Batista sibuk dengan pekerjaannya, namun ia tak pernah melupakan kegiatan berolahraga setiap paginya.
Dia selalu menyempatkan diri sebelum mandi dan berangkat kekantor. Karena sudah tersedia semua alat gym diruangan gym pribadinya.
Batista termasuk maniak dengan kegiatan olahraganya. Dia ingin memiliki postur tubuh yang kekar namun gagah.
Meski wajahnya bak idol K-pop yang feminim dan halus, tapi ia ingin memiliki tubuh yang proporsional layaknya pria saat ini.
"Ahh kau mulai menggodaku," ucap Batista.
Fira yang mengelus-elus d**a suaminya itu, lalu bersandar secara perlahan. Ia tak membirkan suaminya menyelesaikan berpakaian.
"Jangan dipake dulu bajunya," kata Fira sambil menjatuhkan pakaian milik Batista.
Seketika Batista menggendong istri mungilnya itu. Menghempaskannya ke kasur dan membuka bajunya dengan agak kasar. "aku juga kangen," bisik Batista.
Sambil tersenyum Fira menarik leher suaminya itu agar berada diatas tubuhnya. Mereka berciuman mesra. Dan perlahan Fira membuka kembali celana yang baru saja dikenakan oleh suaminya tersebut.
Sementara Batista masih menikmati ciuman mesra dengan istrinya. Ia pasrah dengan kelakuan istrinya. Lelahnya bekerja seharian hilang seketika karena sang istri malah menyenangkannya diatas ranjang.