Fira tidur di rumah peninggalan ayahnya. Ibunya tak banyak bertanya tentang kehadirannya malam ini. Raut sedih diwajahnya sudah membuktikan bahwa ia dan suaminya sedang bertengkar hebat. Oleh karena itu, ibunya pun tak ingin memperkeruh suasana hati putri semata wayangnya itu. "Makan dulu nak," pinta Senny usai mengetuk pintu dan saat ini tengah membawa makanan dan lauk diatas nampan untuk diserahkan pada putrinya. Sejak kedatangannya, Fira selalu menyendiri di dalam kamarnya. Ia menangis tersedu-sedu. Bahkan suara isak tangisnya terdengar hingga ke gendang telinga sang ibu. Fira menyembunyikan wajahnya dihadapan sang ibu. Ia malu jika ketahuan matanya telah bengkak akibat menangis. Melihat Fira sedari tadi tak menanggapi permintaan ibunya, ia segera meletakkan nampan diatas nakas sam

