BAB 18 – RAHASIA EXELINA
Malam itu, Exelina duduk di balkon kamar hotelnya di Milan, menikmati anggur merah yang berputar di gelas kristalnya. Angin malam menerpa kulitnya, sementara pikirannya melayang ke percakapan dengan Grayson siang tadi.
Obsesi pria itu semakin terlihat jelas. Tapi, yang lebih mengganggunya adalah Liam.
Apa yang sebenarnya dia inginkan?
Ponselnya bergetar di atas meja kecil di sampingnya. Sebuah pesan masuk dari nomor tidak dikenal.
— Kau bisa bersembunyi di balik nama baru, tapi masa lalu selalu menemukan jalannya kembali. —
Jantung Exelina berdebar. Ia menggulirkan layar, melihat foto yang dikirimkan.
Sebuah gambar dari masa lalunya.
Darahnya membeku.
Seseorang telah menemukan rahasianya.
Exelina segera berdiri, menggenggam ponsel erat. Dengan cepat, ia menelepon seseorang—satu-satunya orang yang bisa ia percaya.
Grayson.
Panggilan itu hanya berdering satu kali sebelum suara dingin pria itu terdengar. "Ada apa, Nonaku?"
Exelina menggigit bibir, mencoba mengendalikan suaranya. "Kita perlu bicara. Sekarang."
Keheningan singkat di seberang sana sebelum Grayson menjawab, "Aku dalam perjalanan."
---
30 Menit Kemudian – Hotel Exelina
Pintu kamar hotel terbuka dengan kasar. Grayson masuk dengan langkah cepat, jasnya sudah dilepas, kemeja putihnya tergulung di lengan, memperlihatkan otot lengannya yang tegang.
Matanya langsung menemukan Exelina yang berdiri di dekat jendela, ponselnya masih dalam genggaman.
"Apa yang terjadi?"
Exelina menyerahkan ponselnya tanpa sepatah kata. Grayson mengambilnya dan membaca pesan yang masuk.
Ekspresinya berubah tajam. Mata gelapnya bersinar dengan bahaya yang nyata.
"Siapa yang mengirim ini?" suaranya dalam dan terkendali, tetapi Exelina bisa merasakan kemarahan yang terpendam di dalamnya.
"Aku tidak tahu. Tapi aku punya firasat."
Grayson menatapnya. "Liam."
Exelina mengangguk perlahan.
Pria itu mengepalkan tangan, jemarinya mengeras di sisi tubuhnya. "Apa yang dia ketahui tentangmu?"
Exelina menarik napas panjang. Ia menatap Grayson, lalu berkata dengan suara pelan, "Sesuatu yang bisa menghancurkan segalanya."
---
Sementara Itu – Kantor Liam
Liam duduk dengan tenang, membaca kembali informasi di tangannya.
Masa lalu Exelina Gladhine tidak sebersih yang orang pikirkan. Ada sesuatu yang telah ia sembunyikan dengan sangat baik.
Sesuatu yang bisa menghancurkan hubungan sempurnanya dengan Grayson Walker.
Liam menyeringai, meletakkan berkas itu di mejanya.
"Permainan ini baru saja dimulai."
---
TO BE CONTINUED…