Pukul 20.30, seusai kepulangannya dari Jogja, gadis itu masih ke kampus seperti biasa. Datang dengan catatan penuh dengan sticky notes, buku mata kuliah, dan kalkulator. Materi kuliah malam ini cukup padat. Risma berusaha tetap melek meskipun kantuk menyerang. Seharian ini ia cukup emosional. Mood-swing nya berubah-ubah. Ia juga tiba-tiba merindukan aroma white-musk dari tubuh Chris. Ternyata menjadi wanita hamil tak sesepele kelihatannya. Ia bahkan sempat muntah sebelum kelas dimulai. Ia muntah di dekat halaman parkir, lalu muntah lagi di kamar mandi kampus yang gelap. Risma hampir berlari ketakutan karena suara cicak. Ia memijat pelipisnya. “Berhubung minggu depan ada kuis, silakan saudara baca kembali materi baru malam ini. Serta ppt yang saya share di grup kelas. Sekian,” Pak Ria

