Jadi, apakah Chris dan gadis yang dipujanya, Farisma, sudah terikat di hubungan resmi? Kalau lelaki itu merespon, maka jawabannya adalah, “Belum.” “What, why?” “…Karena gue menghargai dia.” Dengan segelas martini di meja, keduanya terdiam. Topik mereka malam ini cukup rumit, apalagi menyangkut hubungan si lelaki sipit yang sekusut benang jahit “Honestly, man. Gue nggak ngerti harus gimana. Risma is just a girl, gue pas seumuran dia juga sering main nggak jelas. Tidur di apart cewek-cewek kampus. Get drunk, make mistakes.” Januar menatap lekat. Chris masih melanjutkan, “Gue pengin banget marah, tapi, gue sadar ini karma dari kelakuan gue dulu. Bahkan sekarang.” senyum kecutnya mengembang. Lalu menoleh ke sahabat yang merangkap jadi asistennya itu. “Ini setimpal, I guess. Kalo boleh

