It's Samuel Thing

1461 Kata

“Saya keren nggak, tadi?” Di sudut coffee shop yang lengang, Chris mengatur letak piringnya bersama Risma yang sibuk menyesap espresso. Di depannya ada dua porsi rice bowl dan garlic bread yang di-plating dengan cantik. “Keren,” sahutnya singkat. “Pak Chris selalu keren kalau lagi speech di depan umum.” Pria berwajah Chinese itu tersenyum, “Sebelumnya saya belum pernah sih, ngomong di depan mahasiswa kayak tadi, paling mentok di depan anak-anak pas rapat.” ia menyendok sepotong daging ayam berlumur saos teriyaki. “Preparing-nya hampir sama, skalanya aja yang beda. But overall, panitianya pada asik. Andai aja lingkungan kerja di kantor seasik anak-anak BEM kampusmu…” Jadi selepas event seminar berakhir, Risma yang berencana pulang justru terseret agenda makan siang bersama Chris. Pria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN