Dihajar

1293 Kata

Rakyan menggenggam erat tangan sang istri. Keduanya sudah berdiri di depan gerbang rumah orang tua Ashana. Apapun yang terjadi nanti, Rakyan tak peduli apa yang terjadi setelahnya. Kalaupun ia harus mati, ia harus mati dengan cara yang benar. Ashana harus tau bbagaimana besar keinginannya agar wanita itu kembali ke pelukannya. Genggaman tangan Ashana sedikit mengendur. Rakyan paham kalau istrinya itu tengah merasa khawatir. Sedang sekuat tenanga, ia berusaha untuk meyakinkan wanita itu. “Semuanya akan baik-baik aja, Sayang. Percaya sama aku, ya.” “Aku takut,” sahut Ashana. Tatapan nyalang Hendrawan menyambut kedatangan sepasang saumi istri itu. Tautan tangan yang terjadi di antara keduanya semakin menyulut amarah laki-laki paruh baya itu. Hendrawan mantap melangkah mendekati sang putri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN