Taehyung lebih banyak diam dari biasanya, Joy juga bingung dengan sikap Taehyung akhir-akhir ini. Taehyung memang perhatian kepada dirinya, Joy tidak ingin menuntut lebih kepada Taehyung.
Joy juga sekarang lebih penurut kepada Taehyung.
Sedangkan Taehyung sendiri masih merasa bersalah, apalagi sikap Joy yang banyak diamnya dan menuruti perkataannya. Tidak ada candaan seperti biasanya, hanya perkataan yang menurut Taehyung seperti formalitas.
Sudah makan?
Sudah minum?
Ayo tidur udah malam
Ayo buat bayi .gg
Taehyung menatap undangan ulang tahun anak rekan bisnisnya, haruskan dirinya mengajak Joy tapi Taehyung merasa hubungan dengan Joy walau terlihat baik-baik saja tapi Joy seperti membuat dinding yang tak kasat mata, dinding yang dulunya pernah dirinya lubangi lalu menyusup tapi seperti tertendang jauh keluar dinding.
.
.
Ditempat lain Seulgi mengajak Joy berjalan-jalan, Joy tanpa ceria seperti biasa tapi diam-diam dirinya khawatir. Memikirkan balasan pesan dari Taehyung, biasanya kalau dirinya pergi bersama Seulgi akan diceramai panjang kali lebar kali tinggi tapi jawaban Taehyung hanya ya.
Apakah Taehyung hanya perhatian dengan dirinya demi formalitas, Joy benar-benar kesal tapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Joy takut jika amarah menguasai dirinya, sehingga tidak bisa mengontrol perkataannya dan berakhibat fatal.
Joy tidak ingin berpisah dengan Taehyung dengan menjadi penurut, Joy yakin kalau suaminya masih kecewa kepada dirinya.
"Ayo Joy ini pakaiannya bagus-bagus" ucap Seulgi
"lo pilih-pilih aja, gue duduk disini capek" ucap Joy tersenyum, sampai sekarang Seulgi tidak mengerti tentang Joy.
Joy terlihat mudah ditebak tapi nyatanya sulit.
Seulgi tidak ingin mencampuri terlalu dalam urusan rumah tangga Joy dan Taehyung karena dirinya tidak suka dicampuri. Setidaknya dirinya bisa menjadi teman untuk Joy.
.
.
Joy pulang kerumah sebelum Taehyung pulang ,beberapa saat kemudian terdengar mobil Taehyung yang terparkir disebelah rumah.
Joy berlari membukakan pintu untuk Taehyung.
"aku bawakan tasnya" ucap Joy
"tidak usah, nanti kamu capek" ucap Taehyung tersenyum
"kamu istirahat saja, tidak perlu membuka pintu untukku" Joy menganggu mendengar perkataan Taehyung.
Joy duduk didepan TV, sedangkan Taehyung sedang sibuk dikamarnya. Banyak pertanyaan muncul dibenak Joy apalagi melihat Taehyung berpakaian rapi seperti hendak pergi kesuatu tempat tapi Joy memilih diam, menunggu Taehyung mengatakannya.
"aku pergi dulu, gak usah nunggu aku" ucap Taehyung berpamitan ke Joy, jujur Taehyung berharap kalau Joy bertanya kepada dirinya tapi tidak apa-apa seperti ini asal Joy masih bersama dengan dirinya.
.
.
Jam sudah menunjukan pukul 22.00 WIB, berulang kali Joy mencoba memejamkan matanya tapi rasa kantung hilang saat dirinya merebahkan diri dikasur. Taehyung belum pulang dan tidak mengabari dirinya, sedang apa lelaki itu?
Apakah pekerjaannya berat?
Apakah lelaki itu keluar kota?
Apa Taehyung lelah?
Perasaannya tidak karuan, dirinya merasa seperti pajangan dirumah Taehyung tidak tahu apa yang lelaki yang menjabat sebagai suaminya secara hukum dan agama lakukan sekarang.
Apa Taehyung sudah makan?
Apa Taehyung sangat sibuk?
Kapan Taehyung memaafkan kesalahannya?
Kapan mereka akan bersikap saling terbuka?
Lalu kapan naena.gg
.
.
Tet tet
Suara bel diluar membuat Joy hampir bangun dari tempat tidur tapi kata Taehyung dirinya tidak perlu membuka pintu dan kalau itu Taehyung kenapa perlu memencet bel.
Kalau dirinya kesana apa Taehyung akan semakin marah kepada dirinya?
"mbak Joy mbak" ucap bibi membuat Joy kaget lalu membuka pintu kamarnya.
Mata Joy memanas melihat pemandangan didepannya, jantungnya berdetak tidak karuan.
"Letakan Taehyung disofa aja Jen" ucap Joy kembali kekamarnya lalu menutup pintu dengan kasar.
.
..
Hompimpa (5)
Joy : gue punya cerita
Mingyu : cerita apa mbak, malam panas bersama bapak direktur
Yerin : Joy gimana sama debay dikandungan ? sehat?
Joy : udah gak ada
Jungkook : pak direktur mainnya kasar jadinya gak ada, itu tem buat pelajaran lo
Jadi suami siaga, kalau istri hamil naenanya jangan kasar-kasar
Hayoung : sok tahu lo jung, kaya udah ngerasain naena aja
Makanya nikah, mau gue cariin calon
Jungkook : gak perlu, gue mau jadi PHO antara hubungan mbak Joy sama Pak direktur
Joy : bisa gak kalian fokus padaku saja
Jungkook : bisa sayang
Joy menghapus Jungkook dalam obrolan
Mingyu : silahkan nyonya
Yerin : silahkan baginda ratu
Hayoung : silahkan junjunganku
Jungkook memasuki obrolan
Jungkook : gue punya linknya :p
Yerin : abaikan Jungkook
Joy : tadi gue baca w*****d trus ceritanya si cowok yang udah punya suami pulang dipapah sama mantan ceweknya trus menurut kalian istrinya harus ngapain?
Hayoung : kasih linknya dong Joy, kayaknya bagus tuh cerita
Mingyu : oh ngerti gue maksudnya, gue bales di pc aja mbak
Jungkook : sok tahu lo bambank, bales pc aku dong sayang
Read by 4
Jungkook : tai
.
.
Pertemanan tidak harus bertemu bukan, meski terkadang jarak memisahkan. Mingyu benar walaupun terkadang tidak normal.
Dirinya istri Taehyung dan sedangkan Jennie hanya mantan tunangannya, statusnya lebih tinggi dari Jennie. Lalu tidak ada salahnya mencoba tips yang Mingyu berikan meski agak sesat.
"Joy, aku bisa jelasin" ucap Jennie
"jelaskan"
"tadi aku ke pesta trus gak sengaja ketemu Taehyung, aku mau samperin sama minta maaf tentang aku dorong kamu"
"trus?"
"tenang aku udah move on kok, aku sadar Taehyung bukan buat aku. Aku lihat Taehyung tiba-tiba pegangin kepala trus pingsan" jelas Jennie tidak berbohong.
"beneran?"
"iya bener, ini undangan pernikahan aku" ucap Jennie tersenyum memberikan kertas persegi dan Joy tersenyum karena tidak ada nama Taehyung.
Setelah Jennie pergi Joy menatap Taehyung yang sedang tertidur disofa ruang televisi, mungkin Taehyung tertidur karena kelelahan.
Tapi tidak elit sekali, tertidur pas dipesta dan tidak mengajak dirinya.
Joy diam-diam tersenyum menyentuh wajah Taehyung, Taehyung terlihat mengemaskan sedang tidur.
Cup
Joy mengecup bibir Taehyung
"sudah lama banget gak ngerasain, aku kangen" ucap Joy tersenyum, Joy berdiri kekamar lalu mengambil selimut lalu menyelimuti Taehyung.
Dirinya memang tidak tega Taehyung tidur disofa tapi bagaimana lagi, dirinya tidak kuat jika membawa Taehyung kekamar.
Joy lebih sayang kepada dirinya sendiri, lagian Taehyung pernah bilang kepada dirinya untuk tidak capek-capek.
pegel tidur di sofo bodo amat buat pelajaran siapa suruh kepesta gak ajak dirinya dan tidak membawa pulang makanan untuknya.
.
.
Taehyung terbangun dari tidurnya dirinya merasa pegal sekali, mata Taehyung berkedip-kedip melihat bibi yang sedang mengepel.
Taehyung teringat kalau kemarin dirinya mengahadiri pesta lalu bertemu Jennie dan kebetulan ada minuman entah apa lalu dirinya minum. Keronkongannya terasa panas dan tiba-tiba kepalanya menjadi pusing dan gelap.
"bi, yang bawa aku kerumah siapa?" tanya Taehyung
"mbak Jennie" ucap bibi
"trus Joy lihat?"
"lihat den, trus mereka jambak-jambakan kepalanya dijedot-jedotin tembok" jelas bibi membuat Taehyung menjadi ngeri.
Joy pasti akan semakin marah kepada dirinya dan dirinya harus bagaimana?
.
.
.
.
.