Bisa enggak sih, kemana pun gue pergi enggak usah ada Romeo di samping gue. Gue fine aja kalau masih di lingkup sekolah, masalahnya ini di rumah Kak Iksan. Bayangan gue mau bersikap manis kini malah ada manusia kunyuk yang tahu semua aib gue, kan gue jadi malu. Apalagi mas Mamanya Kak Iksan nyapa gue dan Romeo duduk di samping gue dan sok kenal, sumpah rasanya pengen ganti kulit. Siapa dong tolong, hilangin Romeo ke muka bumi sebentar aja, capek gue lihatnya. pertengkaran di ruang tamu belum berakhir juga, kini ketika kami makan bersama, Romeo bisa-bisanya nendang kaki gue yang ada di bawah meja. Gue memelototkan mata ke arahnya, meskipun sekilas, tapi komunikasi ini menyebalkan, bisa-bisanya Romeo malah menatap gue dengan remeh. "Jadi ini temennya Andini juga temannya Andara yaa." Mam

