" Embun" Panggilan lembut Raga mengembalikan kesadaran ku. Raga berdiri di depan pintu dengan membawa handuk di tangan nya. Aku memandangi wajah nya. " Kamu basah kuyup,Embun" katanya lagi membungkus ku dengan handuk. Aku menatap Raga kembali. Dihadapan ku saat ini berdiri seseorang Pria yang mengatakan belajar untuk mencintai ku. Pria yang sabar menghadapi ku. Pria yang sangat baik diminta papa untuk ku. Pria yang sangat baik yang dikirimkan Tuhan kepadaku. Tapi, apakah aku pantas untuk memiliki nya. Aku menggeleng keras. Aku tidak berhak memiliki nya. Aku tidak pantas masuk ke dalam hidup nya. Raga berhak bahagia bersama orang yang jauh lebih baik dari ku. Raga tidak cocok untuk w************n seperti ku. Raga... Nama yang disebutkan papa 4 tahun yang lalu. Dengan senyuman yang

