Chapter 20

1057 Kata

RENCANA DANANG Seberapa banyak air mata yang dikeluarkan Adilla saat ini tak akan bisa menyelesaikan masalah. Perempuan itu, hanya bisa pasrah jika tak bisa bekerja lagi. Malam ini adalah malam terpanjang baginya, dia harus berpikir ulang tentang masa depan dan kehidupan selanjutnya. Bolak-balik dia mengubah posisi tidur, matanya masih enggan terpejam. Adilla menyentuh ponsel, membuka bagian belakang dan mengeluarkan sim card. Perempuan dengan model rambut oval sebahu itu membuka tas dan mengeluarkan kartu baru. Ternyata saran Daddy beberapa waktu lalu baru kupahami sekarang. Adilla sempat bertanya-tanya mengapa mesti membeli kartu dengan nomor baru. Padahal nomor lama yang sudah beberapa tahun digunakan telah dikenal para pelanggannya. Ternyata keresahan lelaki itu terjawab hari ini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN