Bab 98. Keadaan Adnan

1350 Kata

Lampu sorot di ruang operasi menyorot tajam tubuh Adnan yang terbujur di meja operasi. Bau antiseptik bercampur dengan aroma darah yang pekat membuat udara di ruangan semakin menyesakkan. Tangan para dokter dan perawat bergerak cepat, saling memberi instruksi dengan suara tegas namun tetap panik. “Tekanan darahnya turun drastis, Dok!” seru seorang perawat, matanya terpaku pada monitor yang menunjukkan angka yang kian merosot. “Segera siapkan transfusi darah! Kita butuh empat kantong AB-negatif sekarang juga!” perintah dokter bedah utama dengan suara lantang. Seorang perawat bergegas menuju bank darah rumah sakit, hanya untuk kembali beberapa menit kemudian dengan wajah pucat. “Stok tinggal satu kantong, Dok … hanya satu!” Suasana seketika menegang. Dokter menggertakkan giginya, tangann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN