Melepaskan "Lepasin Sita, Kak." Sita melirih, bola matanya sudah dipenuhi kabut yang melahirkan tangisan membasahi dua pipinya. Dia menggenggam lengan Kennan yang melingkar di perutnya, menahan dirinya untuk tidak menerobos ruang tamu dan mengejar lelaki yang selama ini menjadi kawan baiknya sebelum dia terlelap. Ada banyak cerita yang Sita ungkapkan ketika dia hendak terlelap. Bermonolog, menatap langit-langit dan menemukan wajah Jefry di langit-langit kamarnya. "Kak Yuna, biarin Sita temui Kak Jefry. Sita harus dapatin kejelasan bukan?" Sita memohon, menatap memelas ke arah Yuna yang juga berlelehan air mata. "Aku nggak percaya Kak Jefry begitu. Kak Jefry nggak akan setega itu. Kak Yuna pasti salah dengar." Yuna menggeleng pelan, berbisik dengan tanpa suara mengatakan jika yang Sit

