Bertemu Yang lain Jefry mengusap wajah Sita, jejak air mata masih menghiasi pipi gadis itu. Dia menarik pelan dua pipi Sita secara berlawanan. Ingin membuat seutas senyum di wajah gadis itu. "Jangan nangis lagi. Aku nggak pernah kuat liat kamu nangis kayak gini," kisik Jefry di depan wajah Sita. Mereka sudah tak lagi berpelukan, tapi duduk bersisian di atas trotoar. Deva berada dipangkuannya sedang menyedot s**u kotak. "Kenapa nggak kuat?" tanya Sita sedikit serak, setelah beberapa saat mendiamkan, sembari menarik ingusnya. Jefry mengulum senyuman tipis, mengusap sisi wajah Sita sekali lagi. Lalu berkata lembut, "Karena rasanya kalau lihat kamu menangis tuh pengen culik kamu, terus simpen di dalam kamar." Sita mencebikkan bibir, "Nggak lucu." decapnya sebal. Dia menatap Jefry lebih s

