Spesial Bab 4 Sita menyembunyikan senyuman ketika tangan kirinya mengungkit handel pintu kamar mandi. Dia menarik napas panjang, baru kemudian mengayun langkah menuju ranjang. Tangan kanannya tersembunyi di balik punggung, menggenggam sebuah benda kecil warna putih biru. Yang berhasil membuat mual yang sempat melanda ketika bangun tidur tadi menguap seketika. Berganti dengan debar bahagia yang merambat dadanya. "Kak Jefry," panggilnya lirih, dua langkah di samping ranjang. Suaminya sudah bangun, sedang memeriksa ponsel. "Kamu masih mual?" Jefry menengadah, meletakkan ponselnya di atas nakas. Dia terbangun ketika sadar Sita beranjak dengan derap langkah yang sedikit tergesa. Jefry sudah akan menyusul, namun dari balik pintu kamar mandi, Sita berseru jika perempuan itu baik-baik saja.
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


