12.45 P.M. Everton’s Family Mansion, Cambridge, UK. Sepasang mata itu tengah menatap jennifer dan arthur yang sedang bersenda gurau. Bahkan mereka terlihat dekat, terlampau dekat. Erica pun langsung akrab dengan Arthur. Ia –Robert –cemburu melihat keakraban mereka, seolah keberadaannya kini tersingkirkan begitu saja. Robert sudah berusaha keras untuk tidak bersikap bosan dan cuek di sini. Namun, semakin melihat kedekatan arthur dan jennifer semakin membuatnya dongkol. Menahan semua amarahnya di depan banyak orang membuatnya hampir kewalahan. Akhirnya, ia terus menghela napasnya seraya menyenderkan kepalanya pada kepala sofa. “Sejak awal kau memang penguntit.” Ucap Jennifer. “Apa ada penguntit tampan sepertiku di sini, huh?” sombong Arthur. je

