16th January, 07.05 A.M. Jennifer’s House, London, UK. Dua pria duduk berhadapan –saling beradu pandang. Sebuah suara dering pesan berhasil mnginterupsi salah satu dari mereka. Pria itu mengambil ponsel pada saku jasnya dan membuka isi pesan itu. kedua alisnya berkerut. Ruby dan Jennifer turun bersamaan. Ruby, di samping jennifer, berbisik dengan geli. “Hebat. Aku seperti melihat pertarungan sengit diantara mereka berdua.” Jennifer menyenggol perut ruby setelah mengatakannya. Bagaimana bisa ruby menganggap arthur dan robert sebagai rival. Ada-ada saja. Karena kesal, ruby langsung berjalan menuju dapur. “Wah, wah. Robert? Arthur? Ada hal apa yang membuat kalian semua sudah datang sepagi ini?” Robert mengalihkan pandangannya dari Arthur dan

