Pagi Yang Panas

1728 Kata

Kana hendak keluar dari kamar Keyra ketika matanya menangkap sebuah undangan yang bertuliskan namanya di meja rias kamar Keyra. Langkahnya terhenti dan mengambil undangan yang di desain begitu mewahnya. Kapan ia menyetujui untuk segera mencetak undangan? Kenapa tidak ada yang memberitahunya? Ulah siapa ini, Laras, atau Papanya? Kana membaca satu persatu tulisan yang ada di sana sampai pada tanggal dan hari di mana pernikahannya akan di laksanakan. Bahkan tempat ijab qabul dan resepsi sudah ditentukan tanpa persetujuannya. "Key, kamu dapat undangan ini dari siapa?" tanya Kana begitu Keyra keluar dari kamar mandi. "Calon istrimu, memangnya siapa lagi." Kana menatap Keyra lama sebelum keluar dari sana dan menutup pintunya. Ia akan menanyakan besok pada Laras kenapa terburu-buru sekali m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN