Hawa Panas Pengantin Baru

1452 Kata

Pembicaraan Aruna dan sang ayah berakhir dengan air mata, tapi bukan air mata sedih, walaupun ini kabar perceraian, Aruna merasa bahagia. Ia merasa sang ayah menyayanginya walaupun ungkapan itu tidak pernah ia dengarkan secara langsung dari bibir sang ayah. Aruna paham, tidak semua orang bisa mengungkapkan rasa sayang dengan untaian kata. Jangankan sang ayah kepada dirinya, laki-laki yang terhitung mulai hari ini berstatus menjadi suaminya saja, tidak ada mengungkapkan rasa sayang dan cinta sebelum menikahinya. Om Nino hanya meminta dia jadi istrinya dan tidak boleh menikah dengan Atha, tidak mengatakan ingin menikahinya karena sayang dan cinta. Meski begitu Aruna tidak mempermasalahkannya, asal Om Nino tidak menyakitinya lahir batin ia bisa menerima. Yang penting menikah saja dulu, ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN