Lima puluh sembilan

1612 Kata

Yumna terlambat menyadari bahwa segala sesuatu memang sebaiknya dibicarakan dengan baik. Dia sudah terlalu terbawa emosi ketika mendengar kalimat yang dibisikkan oleh Marcia di telinganya sesaat tadi, sehingga ketika dia akhirnya melihat wajah Kama yang setengah hari tidak dilihatnya, tanpa sadar Yumna menunjukan kekesalannya dengan berdiam diri. Padahal Kama begitu lembut saat bertanya padanya, lelaki itu bahkan merendahkan diri dengan berlutut di samping meja kerja Yumna padahal Kama bisa bertanya sambil berdiri. Juga ada tatapan khawatir di mata Kama ketika menatap Yumna, tapi Yumna malah bertindak acuh dan hanya mementingkan perasaannya sendiri. Kini ketika Kama akhirnya menyerah, berbalik badan dan meninggalkan Yumna, dia baru merasa menyesal karena hanya diam saat bertanya. Terlebi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN